Kondisi calon ibu selama prenatal sangat penting baik dari segi nutrisi dan emosionalnya. Kondisi ini sangat berpengaruh pada perkembangan anak, yang juga mencerminkan atau mewarisi sifat kedua orangtuanya. Jika seorang anak mendapatkan nutrisi yang baik  serta dukungan orang tua  dalam hal ini juga melibatkan peran ayah yang dapat mempengaruhi kondisi emosional  calon ibu, juga stimulasi yang diberikan  kepada calon bayi,  akan berpengaruh terhadap perkembangan  kecerdasan  anak.

Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Kontroversi natur dan nurtur berasal dari perbedaan antara filafat nativisme dan filsafat empirisme. Nativisme mempercayai bahwa pada kemampuan otak manusia sejak lahir telah dipersiapkan untuk tugas-tugas kognitif. Empirisme mempercayai bahwa kemampuan kognisi merupakan hasil dari pengalaman.

Menurut Vygotsky anak tidak menjelajahi dunianua sendirian dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri, melainkan perkembangan anak dibantu dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil dibidangnya atau lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dapat memudahkan perkembangan si anak. Pengalaman dengan orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam dan membentuk gambaran batin anak tentang dunia.

Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain, secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru, teman sebaya, juga berpengaruh pada perkembangan kognitif anak.

Anak adalah pembelajar aktif, mengalami langsung pengalaman fisik dan sosial sebagaimana halnya pengetahuan yang ditransmisikan secara kultural untuk menyusun pemahaman-pemahaman mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitar mereka. Anak-anak memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan belajar mereka sendiri sebagaimana halnya mereka berusaha untuk menanggapi pengalaman-pengalaman harian mereka di rumah, dan komunitas.

Perkembangan dan belajar merupakan hasil interaksi antara maturasi biologis dan lingkungan baik fisik maupun sosial, dimana anak-anak tinggal didalamnya. Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan interaksi tersebut, seorang memperoleh skema.

Menurut para penganut aliran perilaku, memfokuskan pada pengaruh-pengaruh lingkungan sebagai penentu belajar, sementara aliran lainnya, menekankan pentingnya hereditas karakteristik biologis bawaan.  Sekarang ini perkembangan dilihat sebagai hasil dari proses transaksional yang interaktif antara individu yang sedang tumbuh dan berkembang dengan pengalaman-pengalaman dalam lingkungan fisik dan sosialnya (Scarr & Mc Cartney).