Salah satu tujuan berkeluarga adalah mendapatkan keturunan, untuk mendapatkan keturunan yang unggul, maka benih pun harus unggul. Makanya penting banget menjaga kualitas asupan gizi makanan dan minuman yang kita konsumsi, dan mempunyai kebiasaan hidup sehat, seperti berolahraga, kebersihan diri, juga pikiran yang positif, sebelum terjadi pertemuan sel telur dan sperma. Lebih bagus lagi, jika kita calon suami-istri saling menjaga kualitas makanan dan minuman selagi dalam taraf pacaran. Dengan begitu, calon suami-istri ini dapat saling mengingatkan dan membiasakan hidup sehat sedini mungkin.

Jenis-jenis makanan dan minuman yang sehat pastinya, buah/aneka jus buah, sayuran segar, ikan, daging, keju, susu dan air putih. Tentu saja harus tahu juga proses pengolahannya. Hindari sebisa mungkin; rokok, minuman soda, obat-obatan, produk olahan seperti sosis, nugget, makanan kaleng dll.

Mungin banyak orang yang tidak percaya/tidak begitu peduli selain gen dan stimulasi, asupan gizi pun mempengaruhi kualitas calon bayi nantinya. Maka banyak terjadi pada waktu pacarannya, malah pergi bersenang-senang makan sesukanya, minum apa saja yang belum pernah dicoba, bahkan hidup seenaknya, (pergi pagi pulang malam), yang jelas-jelas jauh dari hidup sehat.

Untuk calon pasangan yang mungkin sibuk banget karena tuntutan pekerjaan, usahakan punya waktu untuk refreshing, jjs pagi/sore hari sekitar kompleks,( sukur-sukur bisa pergi keluar kota hirup udara segar…. tapi inget, jangan sekamar… bahaya!!), weekend masak bareng dirumah, or jajan jus buah…. seger…. kan….

Anak kita bisa lebih smart dari ortunya?

Mungkin aja. Makanya mumpung belum terlanjur, dan pingin punya anak lebih smart dari ortunya, coba deh praktekin! jangan lupa juga stimulasi untuk bayi ketika masih dalam kandungan, seperti mengajaknya bicara atau cerita, atau mendengarkan lagu atau musik, terlebih musik klasik. Karena menurut hasil penelitian, dengan mendengrkan musik calon ibu bisa rileks atau santai sehingga aliran darah ke janin bisa lancar….

Jika pasangan baru langsung dikaruniai anak, bersyukurlah…. berarti, kita dipercaya untuk mengasuh anak yang Tuhan titipkan kepada kita. Untuk itu, kita harus benar-benar menjaga kandungan kita, minta Tuhan menyertai selalu dalam setiap pembentukan janin di dalam kandungan, juga mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk ibu dan calon bayinya, juga stimulasi bagi janin selama dalam kandungan.

Hasil penelitian neurologi dan kajian pendidikan anak usia dini cukup memberikan bukti betapa pentingnya stimulasi sejak usia dini dalam mengoptimalkan seluruh potensi anak guna mewujudkan generasi mendatang

Kehadiran buah hati

Saat yang menyenangkan dan mengharukan adalah, saat buah hati yang dinanti-nantikan, hadir di tengah-tengah keluarga, berbagai keperluan dan perlengapannya pun sudah dipersiapkan.

mulai dari nama,  baju, popok bayi, memilih dokter anak,   asuransi…… dlsb.

Anak adalah anugerah Tuhan, maka berilah yang terbaik untuk anak kita, karena dia berhak mendapatkannya, dan begitu berharga bagi kita. Salah satu pengalaman yang mengesankan adalah saat ibu memberikan ASI pada buah hatinya, saat inilah yang akan mempengaruhi kehidupannya kelak.

Harapan setiap ibu pasti ingin anaknya mendapatkan ASI eksklusif minimal 6 bulan, tentu saja harapan ini bisa terwujud jika perusahaan atau instansi terkait tempat ibu bekerja juga mendukung pemberian ASI eksklusif ini seperti yang telah  kita ketahui beberapa negara sangat menghargai dan mendukung pemberian ASI eksklusif, demi terciptanya SDM yang berkualitas dan mampu bersaing sehat di dunia global.


selamat mencoba!!!

Iklan